Digital Media Online

35 Kabupaten se Jawa Tengah Ikuti Kirab Budaya PJT

0 145

INFOPANTURA.COM – Jakarta – 36 Paguyuban dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah mengikuti Kirab Budaya dalam yang di gelar di areal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Sabtu (09/12).

Ketua Panitia Kirab Budaya, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Teguh Cokronegoro menyampaikan bahwa, kegiatan Kirab Budaya yang dirangkaian dengan acara Pengukuhan Pengurus Paguyuban Jawa Tengah (PJT) ini diharapkan bisa jadi icon Pariwisata di TMII dan menjadi agenda rutin tahunan.

“Acara Pesta Rakyat ini juga bisa menjadi titik kumpulnya warga Paguyuban Jawa Tengah. Kita bergerak dibidang Sosial, Seni dan Budaya. Dan kita tetap konsisten untuk tidak berpolitik,” ucap Aryo yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pariwisata dan Budaya.

Senada dengan Aryo, Ketua Umum PJT, Leles Sudarmanto, SE.MM. mengungkapkan, acara Kirab Budaya ini adalah upaya untuk melestarikan budaya Jawa.

“Dengan ditampilkanya aneka kesenian tradisional masyarakat Jawa Tengah, kita bangun kecintaan generasi muda akan kesenian peninggalan leluhur. Meski saat ini masuk jaman generasi now, tetapi kita juga harus bisa menginformasikan pada masyarakat tentang seni budaya leluhur,” kata Leles.

Menurut Leles, pagelaran Kirab Budaya juga sebagai jalan untuk meneguhkan eksistensi budaya lokal, sekaligus sebagai perekat bangsa ditengah keanekaragaman budaya nusantara.

“Keberagaman adalah nikmat yang harus kita syukuri, dan kami Paguyuban Jawa Tengah sangat mengapresiasi terhadap inovasi dan kreativitas yang ditampilkan oleh seluruh peserta. Sungguh hari ini sangat luar biasa, karena inilah bukti guyub rukun dan kebersamaan warga Jawa Tengah yang ada di perantauan. Inilah panggung guyub rukun saklawase warga Jawa Tengah pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Guyub Gayeng adalah kata lain dari Persatuan dan Kesatuan yang menjiwai eksistensi NKRI,” ungkap Leles.

Harapan kedepan, lanjut Leles, para pemangku kebijakan, baik di Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Daerah hendaknya juga peduli pada paguyuban-paguyuban seperti PJT dan paguyuban lain.

“Tak bisa ditampilkan begitu saja, mari kita bersama nguri-uri kebudayaan leluhur. Dan kegiatan seperti ini diharap dapat diselenggarakan rutin tiap tahunnya untuk kepentingan bersama. Pegang teguh guyup rukun dan semoga yang kita lakukan bisa menjadi contoh paguyuban lain di negeri ini,” pungkas Leles. *red

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.