Digital Media Online

Bandara Adi Soemarmo Solo Belum Beroperasi

0

 

Pesawat Sriwijaya Air masih ditutup terpal di bandara Solo
Pesawat Sriwijaya Air masih ditutup terpal di bandara Solo

INFOPANTURA.COM  – SOLO – Puluhan penumpang Maskapai Lion Air kecele karena pasawat yang mereka tumpangi belum dapat beroperasi di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Senin (17/2). Pesawat yang sedianya melayani jadwal penerbangan untuk rute Solo-Jakarta terpaksa dibatalkan, karena cuaca belum kondusif pasca meletusnya Gunung Kelud, Kediri, Jatim pada Kamis lalu.

Salah seorang penumpang, Edi Sutrisno mengaku kecewa karena sudah dua kali jadwal penerbangan dibatalkan. Kedatangnnya ke Bandara yang berlokasi di Kabupaten Boyolali ini adalah untuk menukarkan kembali tiketnya (refund) sesuai dengan harga pembelian.

“Saya ke sini (Bandara Adi Soemarmo, red) untuk meminta kejelasan kepada maskapai. Kalau memang belum pasti mau saya tarik kembali uangnya dan saya kembalikan tiketnya. Soalnya saya kemarin beli tiketnya seharga Rp480.000,” kata Sutrisno kepada wartawan di sela-sela mengantre di loket pengembalian Lion Air, kemarin.

Sutrisno menjelaskan, dirinya hendak kembali ke Jakarta untuk bekerja dengan menggunakan pesawat Lion Air tujuan Jakarta pada Senin (kemarin, red) pukul 09.45 WIB. Namun, karena penerbangan belum dibuka, maka dirinya akan mengalihkan perjalanan darat ke Jakarta dengan jasa kereta api atau bus.

“Harusnya Sabtu (15/2) saya sudah berangkat ke Jakarta. Karena belum siap, diganti Senin (17/2), ternyata jadwal penerbangan batal lagi?.”

Penumpang lainnya, Sartono (56), warga Sragen ini juga kecele jika penerbangan Lion Air dibatalkan. Sedianya berangkat Senin pukul 06.10 WIB rute Solo-Jakarta-Palangkaraya harus tertunda.

“Minggunya saya dapat SMS (Short Message Service) dari pihak maskapai katanya ditunda lagi penerbangannya. Sehingga saya ke sini untuk menarik kembali uang pembelian tiket,” ujar Sartono.

Safety Manajemen Sistem Bandara Internasional Adi Soemarmo, Kadari menambahkan, pihaknya telah menurunkan 800 petugas terdiri dari komunitas bandara, TNI AU, Pemkab Boyolali, Pemkot Solo dan petugas lainnya untuk melakukan pembersihan abu vulkanik yang masih menempel di bandara.

Pasalnya, abu akibat letusan Gunung Kelud sifatnya lengket sehingga perlu penanganan khusus. Disamping itu katanya jika dipaksa untuk beroperasi akan dapat membahayakan kondisi pesawat.

“Sampai Senin kondisi pembersihan bandara sudah mencapai 50 persen,” kata Kadari.

Disinggung apakah Selasa (18/2) bandara sudah dapat dibuka, dirinya mengaku belum dapat memastikan. Karena kondisi abu yang menempel di landasan pacu pesawat masih tergolong tebal.

“Lihat perkembangannya, kalau sudah bersih kemungkinan bisa segera dibuka, tetapi kalau belum ya terus dibersihkan.”[zam]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.