Digital Media Online

Satreskrim Polres Tegal Kota Ungkap 4 Kasus dengan 7 Tersangka

0 21

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Lagi, Satreskrim Polres Tegal Kota, Polda Jateng, kembali ungkap 4 kasus diantaranya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian baliho serta penipuan dan pengelapan (tipu gelap). Dua minggu sebelumnya, juga ungkap 5 kasus dengan 11 tersangka.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Syuaib Abdullah, KBO Reskrim Iptu Bambang SD, dan Kanit III Ipda Yunus Al Imron mengatakan, kasus yang berhasil diungkap hingga pertengahan November ini mulai dari kasus pencurian, kekerasan dan pengeroyokan, hingga kasus penipuan dan penggelapan.

“Keempat kasus ini yang berhasil diungkap di bulan November ini,” kata AKBP Rita Wulandari, saat konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Jumat 13 November 2020.

Menurut Rita, kasus pertama yang berhasil diungkap yakni curanmor tersangkanya dua orang yang merupakan sejoli yakni Saali dan Rini. “Pelaku ini ditangkap 9 November di Bekasi, Jawa Barat,” kata Rita.

Dari tangan keduanya, polisi mengamankan dua sepeda motor. Sementara pelaku laki-laki bahkan harus dihadiahi timah panas petugas karena melawan saat akan ditangkap.

Kasus kedua, kasus pencurian dengan kekerasan dan pengeroyokan yang menyeret dua pelaku yang masih di bawah umur yang ditangkap 9 November lalu.

“Karena pelaku anak maka tidak kita hadirkan di sini. Mengingat Pasal 97 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka kita dilarang untuk memperlihatkan identitas anak,” kata Rita.

Untuk kasus kedua ini, pelaku selain melakukan pengeroyokan juga mengambil handphone korbannya. “Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dan 170 Ayat 2 Juncto 1 KUHP,” kata dia.

Karena masih anak-anak, penyidik awalnya sempat melakukan upaya diversi, namun ditolak korban. Maka proses hukum tetap berjalan. “Upaya diversi bisa kembali dilakukan di tingkat penuntutan atau di Kejaksaan,” kata Rita.

Untuk kasus ketiga, yakni kasus pencurian baliho milik Pemkot Tegal. Dimana polisi yang semula mengamankan empat orang akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka, karena yang dua orang laagi tidak cukup bukti.

“Kedua tersangka yakni Ulul Azmi dan A. Latif asal Bojong Kabupaten Tegal. Dengan TKP (tempat kejadian perkaran)- nya  di jembatan penyeberangan Pasific mall pada  7 November lalu, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari,” kata dia.

Barang bukti yang diamankan lima baliho milik Pemkot Tegal, dan kendaraan pick up yang digunakan oleh pelaku. Pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedangkan keempat, yakni kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Ari Agustian asal Wonosobo yang ditangkap 8 November di sebuah rumah kos di Jakarta.

Modusnya, pelaku menawarkan rumah pada korbannya dengan mengaku memiliki tanah kavling siap bangun dengan meminta uang Rp. 150 juta yang ternyata fiktif. Ketika korban minta uangnya kembali tersangka memberikan cek, namun cek kosong (tidak ada saldonya).

Pelaku sendiri dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. “Ketika korbanya meminta uangnya dikembalikan hanya diberikan cek yang ternyata kosong,” pungkas Rita.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.