Digital Media Online

Hindari Operasi Masker, Ternyata Bawa Pil Koplo 549 butir

0 20

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Maksud hati hendak menghindari operasi masker, karena merasa tidak memakai masker dan boncengan tiga. Ujungnya seorangpria bertato, Johan (20) warga Brebes, berurusan dengan aparat hukum. Karena saat dihentikan oleg petugas operasi Yustisi kedapatan membawa pil koplo jenis heximer sebanyak 549 butir warna kuning. Selasas (06/10/2020)

 Operasi Yustisi yang digelar tiga pilar (Satpol PP, TNI dan Polri) di Jalan Ki Hajar Dewantoro, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Sumur Panggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Selasa (06/10/2020), bukan hanya mendapatkan sejumlah pelanggar protokol kesehatan (Prokoes) namun juga mendapat seorang pria, Menurut Iskandar  anggota Satpol PP, kejadian bermula saat sejumlah petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri menggelar operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes). Dari arah selatan, pelaku yang membonceng dua orang perempuan yakni Amanah (21) dan W (17) warga Pasar Batang RT 02/05, Brebes melaju ke arah utara. Karena tidak pakai masker terpaksa dihentikan petugas. Namun pelaku berusaha menghindar dan berhasil dihentikan oleh anggota TNI.

“Disuruh berhenti tidak mau, malah terobos petugas,” kata Iskandar anggota Satpol PP di lokasi.

Lantaran curiga, petugas kemudian menggeledah tas miliknya. Hasilnya, ditemukan satu botol isi pil warna kuning yang diduga heximer. “Untuk sementara pelaku diamankan di kantor kelurahan, selanjutnya dilaporkan ke Satnarkoba Polres Tegal Kota, “ ujarnya.

Amanah (21) mengatakan pagi itu ia bersama W (17) pergi ke Brebes untuk berjalan-jalan. Kemudian  bertemu dengan pelaku yang memang sudah kenal sebelumnya.  “Kemudian saya diajak kerumah temannya. Sesampainya disana, saya dikasih pil katanya untuk vitamin,”kata Amanah.

Amanah mengaku tidak merasakan efek apapun setelah mengkonsumsi pil itu. Dirinya juga tidak mengetahui kalau itu merupakan pil penenang.  Selanjutnya, ia bermaksud kembali ke kosnya di Kota Tegal. Naas, di tengah jalan ada operasi dan dihentikan oleh petugas. Ternyata lelaki tersebut membawa pil dalam jumlah banyak.  “Saya tidak tahu kalau dia bawa banyak. Saya tahunya itu vitamin,” tandasnya.

Sementara Johan, mengaku baru mendapatkan pil itu dengan membelinya dari Jakarta. Rencananya, obat itu akan dikonsumsi sendiri.  “Saya baru beli dari Jakarta untuk konsumsi sendiri,”ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Tegal Kota IPTU Slamet Sugiharto SH, ketika dikonfirmasi membenarkan petugas operasi Yustisi mengamankan lelaki membawa pil warna kuing yang diduga Heximer. Menurutnya pemilik masih dimintai keterangan oleh penyidik Satnarkoba. “Pil warna kuning itu diduga Heximer sebanyak 549 butir. Pemilik masih dimintai keterangan,” kata Slamet.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.