Digital Media Online

Demi Kesehatan, Wartawan Liputan Kota Tegal Disuntik Vaksin Covid-19

0 34

INFOPANTURA.COM (Tegal) – Wartawan sangat rentan terhadap penularan virus covid-19.  Karena dalam tugasnya bertemu dengan banyak orang, posistif atau negataif tidak ada yang tahu. Untuk mencegahnya dan ikut mensukseskan programpemerintah, sejumlah wartawan liputan Kota Tegal disuntik vaksin covid-19, di Puskesmas Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 26 Febaruari 2021.

Sebut saja Enno wartawan yang tinggal di Kelurahan Margadana dengan semangatnya ia mendaftar lebih awal untuk mendapatkan vaksin lebih awal pula.  Selain rumahnya dekat dengan Puskesmas Sumurpanggang, ia juga ingin memberi motivasi dan semangat kepada teman-teman wartawan akan pentingnya vaksin covid.

Usai divaksin, Enno langsung menyemangati teman-teman wartawan yang lain, agar tidak takut dengan jarum suntik. “Sakitnya Cuma sedikit kaya digigit semut,  tapi manfaatnya sangat besar sekali untuk mencegah virus ganas yang bernama covid-19,” kata Enno, memberi semangat.

Lain halnya dengan Meiwan wartawan berbadan kekar dan gemuk ternyata takut dengan jarum suntik. Tak ayal, ketika tenaga medis mulai mengeluarkan jarum suntik, mengelus-elus lengan kiri untuk mengoleskan alkohol kemudian menusukan jarum suntik ke lengan kiri, maka telapak tangan kanannya digunakan untuk menutup wajahnya. Karuan saja, hal itu menjadi bahan tertawaan teman-teman wartawan.

“Dari kecil saya sudah takut dengan jarum suntik, kalau sakitnya sih tidak seberapa tapi takutnya itu lho. Tapi demi kesehatan, takut dan malu saya paksakan,” ujar Meiwan, dengan wajah pucat.

Kepala Puskesmas Sumurpanggang, dr. Wahidin mengatakan pelaksanaan vaksinasi untuk pelayan publik termasuk wartawan sudah berlangsung sejak 4 hari terakhir.  Rencananya terakhir akan dilaksanakan Sabtu 27 Februari 2021 besok.

“Jadwal di tempat kami untuk lansia dan wartawan. Nanti ada tambahan dari guru,”katanya.

Wahidin menambahkan untuk mekanisme vaksinasi di Puskesmas Sumurpanggang menggunakan empat meja dari pendaftaran sampai pencatatan dan observasi.

“Sebelum vaksin harus screening dulu, kalau lolo bisa langsung vaksinasi dan pencatatan sama observasi,”pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.