Digital Media Online

Bunda Sitha dan Habibie Hadiri Perayaan 25 Tahun Reunifikasi Jerman

0 109

Walikota dan Habibie1

INFOPANTURA.COM – JAKARTA – Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno bersama Presiden RI ke-3 B J Habibie menghadiri perayaan 25 Tahun Reunifikasi Jerman di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (01/10) malam.

Turut hadir sejumlah tokoh besar diantaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan serta Prof. Mantan Ketua MK RI Dr. Jimly Asshiddiqie, SH. Sementara Walikota Tegal didampingi Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH dan Plt. Asisten I Setda Kota Tegal Ir. Nur Effendi.

Walikota menyebut kehadirannya dalam perayaan 25 tahun Reunifikiasi Jerman untuk memenugi undangan Duta Besar Jerman untuk Indonesia. Selain itu, Walikota mempunyai ikatan kuat dengan Negara Jerman dikarenakan Walikota menghabiskan masa sekolahnya mulai TK, SD dan sempat menempuh pendidikan di Steigenberger Hotelfachschule Bad Reichenhall Muenchen Jerman.

“Disamping itu, kehadiran saya sebagai Walikota untuk menjajagi kerjasama dengan Jerman,” kata Walikota Tegal yang akrab disapa Bunda Sitha.

Dalam kesempatan itu Walikota mengucapkan selamat atas Perayaan 25 Tahun Reunifikasi Jerman yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski.

Sementara Duta Besar Jerman untuk Indonesia George Witschel dalam sambutannya diatas podium didepan ratusan warga Jerman dan Indonesia menyebut saat moment Reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur 25 tahun yang lalu. “25 tahun yang lalu langit Jerman penuh dengan gemuruh kembang api untuk merayakan persatuan Jerman yang didapatkan dengan penuh kerja keras sama seperti Indonesia mendapatkan kemerdekaannya,” ujar George Witschel sambil menunjukkan dua screen dibelakangnya menggambarkan suasana didepan Gedung Parlemen Jerman.

Witschel mengaku senang dapat memperingati perayaan penyatuan ini setelah 70 tahun lalu jatuh dalam kejahatan pasukan Nazi. Tapi, kata Witschel, masa-masa itu telah berlaku dan Jerman menjadi negara liberal dan kemudian lahirlah Eropa yang baru.

Disebutkan Witschel saat ini Jerman dan Indonesia hidup dalam kedamaian dan kebebasan. “Kita sebagai negara ekonomi yang besar memiliki tanggung jawab bagi bangsa, negara dan juga dunia global. Kita bekerjasama menuju masa depan yang lebih baik,” ungkapnya bersemangat.

Sedangkan sebagai perwakilan penyampaian pidato dari Indonesia, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan yang pernah menempuh pendidikan Kemiliteran saat Perwira Muda berharap kedua negara bisa bersama meningkatkan hubungan bilateral.

Disebutkan Luhut, Jerman merupakan negara yang penting untuk sektor perdagangan Indonesia. “Saya mengundang agar para pebisnis Jerman dapat berinvestasi di sini. Ini merupakan kesempatan untuk belajar satu sama lain,” ujarnya yang juga mengaku punya disiplin ala Jerman. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.