Digital Media Online

Seniman-Budayawan dan Tokoh Agama, Bahas Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid-19

0 7

INFOPANTURA.COM(TEGAL) – Program “Ngombe Teh Tubruk” kependekan dari Ngomong Bebas, untuk Tegal Harmonis, Tegal Guyub Rukun, yang digagas FKUB dan Kantor Kementerian Agama Kota Tegal kali ini membahas tentang pendidikan berkarakter dan covid-19 di Gazebo Takur (Taman Kerukunan), Sabtu (20/2).

Hadir pada acara tersebut Perwakilan daro Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal, Ketua FKUB Kota Tegal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tegal, Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal dan sejumlah budayawan diantaranya Atmo Tan Sidik, KH Akhmad Tohari, Ki Haryo Enthus Susmono.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ismail Fahmi mengatakan kali ini tema yang diangkat adalah tentang pendidikan karakter dan covid-19. Menurut Fahmi, untuk pendidikan semenjak covid-19 dilakukan secara daring dan mekanisme pembelajaran jarak jauh. Termasuk ujian nasional yang juga ditiadakan. Penilaian kelulusan dengan pertimbangan nilai rata-rata raport sebelumnya.

Dijelaskan Fahmi, bahwa yang terbaru adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Mendikbud dan Menteri Dalam Negeri. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, apabila ada keluarga atau siswa yang dikhawatirkan terkonfirmasi positif maka pemerintah kota boleh menutup sekolah.

Semua sudah diupayakan termasuk mencoba beberapa sekolah melaksanakan tatap muka, namun tetap mempertimbangkan angka kasus covid-19. Pembelajaran tatap muka disampailan Fahmi, memang diserahkan kepada masing-masing daerah, namun yang terpenting mematuhi beberapa persyaratan, seperti protokol kesehatan bagi semua yang terlibat, ijin orang tua dan komite, termasuk kesiapan sekolah dengan menyediakan sarpras protokol kesehatan yang ketat.

Untuk saat ini prosedur tersebut sedang ditempuh Dinas Pendidikan Kota Tegal. Termasuk kunjungan ke tiap-tiap sekolah dan menunjuk satu sekolah sebagai piloting disetiap jenjang pendidikan.

Sementara Zaenal Abidin dari Bidang Layanan Kesehatan dan SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tegal menjelaskan bahwa sekarang ini sudah memasuki upaya vaksinasi dan sudah diberikan secara bertahap. Untuk tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan pejabat publik, dan saat ini tengah dilakukan vaksinasi tahap dua untuk lansia, pelayan publik, ASN, TNI/ Polri dan wartawan. Untuk pemberian vaksin tidak membayar alias gratis, namun sebelumnya didata terlebih dahulu.

Dijelaskan Zaenal, upaya lain untuk mencegah covid-19 juga dilakukan PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) secara mikro sejak 7 sampai 25 Februari 2021. Targetnya adalah Kota Tegal menjadi zona hijau.

Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tegal Siti Halamah, setelah pemberlakuan kebijakan pencegahan covid-19 termasuk PPKM Mikro, Protokol Kesehatan secara ketat angka kasus dapat ditekan. Kondisi sebagian besar terkonfirmasi positif covid-19 memang kaum perempuan, 57%. Ini melihat pengamatan kaum perempuan lebih banyak keluar rumah, ataupun berinteraksi dengan banyak orang.

Budayawan KH Akhmad Tohari mengatakan meskipun saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung, namun pendidikan harus tetap diberikan. Termasuk pendidikan berkarakter kepada peserta didik, agar tetap menjadi anak-anak yang pandai dan tentunya memiliki karakter yang baik. Terkait dengan program “Ngombe Teh Tubruk” menurut Tohari merupakan kegiatan yang sangat baik sebagai wujud persatuan dan kesatuan sekaligus wadah untuk membahasa berbagai masalah yang terjadi.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal Akhmad Farkhan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua undangan yang hadir pada acara Teh Tubruk. Pihaknya mengungkapkan, bahwa sudah sepatutnya kita harus mensyukuri nikmat Tuhan SWT. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan surga bila dipandang negara lain. Indonesia dianggap menjadi guru bagi negara lain.

Eropa yang telah terpecah menjadi 28 negara bagian, tidak lain karena masing-masing ingin memisahkan hanya karena satu persoalan. Inilah yang harus kita jaga di Indonesia, agar tetap bersatu. Apapun yang terjadi, dengan duduk bersama, mencari solusi bersama maka semua akan terselesaikan. Dari sinilah adanya FKUB dan program “Ngombe Teh Tubruk”, agar menjadi wadah pemecahan masalah apapun untuk tetap bersatu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.