Digital Media Online

Tuntut Akses Jalan Warga Siasem Cangkuli Jalan Tol

0 56

IMG_20160216_170653

INFOPANTURA.COM-Brebes-Puluhan warga Desa Siasem Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa Selasa (16/2/2016) siang tadi. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan akses jalan menuju ke pemakaman dan untuk transportasi pertanian di Dukuh Limbungan.

Merasa tuntutan mereka tak ditanggapi oleh PT. Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) mereka melakukan aksi pengerukan jalan tol. Korlap aksi Ustad Ali Rokidin saat dimintai keterangan mengatakan pihaknya menggelar aksi spontanitas unjuk rasa untuk meminta dibuatkan jalan terowongan/Boxculvet (jalan terowongan) untuk Desa Siasem Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

” Namun, karena tidak ada tanggapan dari pihak PPTR sehingga kami terpaksa melakukan pengerukan jalan menggunakan pacul (manual) untuk membuat jalan,” katanya.

Untuk meredam aksi, jajaran Koramil dan Polsek setempat berjanji memfasilitasi audiensi antara mereka dan PT PPTR. Sejumlah perwakilan warga pun diterima perwakilan perusahaan dalam mediasi tersebut.

Dalam audiensi tersebut salah satu perwakilan warga mengatakan pihaknya berharap kalau bisa mediasi ini yang terakhir dan harus dpt menemukan jalan keluarnya. Hal ini dikarenakan selama ini dari pihak PT. PPTR hanya mengumbar janji dan tidak ada realisasinya.

” Jalan tersebut sudah ada sejak dulu, kami hanya minta dibuatkan terowongan agar warga bisa beraktifitas. Kami sangat menghormati kepada semua aparat yang ada dan kami sebisa mungkin untuk menahan diri agar warga tdk bertindak anarkis,” terangnya.

Camat Wanasari Nuridin, SH mengatakan pihaknya meminta kepada pihak PT. PPTR untuk memberikan penjelasan kepada warga Desa Siasem terkait permintaan warga desa Siasem soal jalan terowongan untuk akses warga. Pasalnya, jalan tersebut sudah ada sejak jaman dulu. ” Warga dalam¬† 2 hari ini sudah mengambil tindakan dengan mencangkul jalan Tol dan memasang blokade di jalan Tol,” tandasnya.

Danramil 03/Wanasari Kapten Inf Hartoyo menuturkan jajaran Muspika Wanasari yang tahu persis kondisi dilapangan terkait masalah ini, sudah berulang kali mediasi dilakukan warga dengan pihak PT. PPTR. Tetapi, hasilnya sampai sekarang belum terealisasi.

” Untuk menghindari tindakan anarkis warga kami selalu memberikan pemahaman dan pendekatan kepada warga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Mita dari pihak PT. PPTR mengatakan pihaknya akan konfirmasikan kepada pimpinan dan akan dirapatkan kembali diinternal pihaknya. Hal itu karena pihaknya bersifat hanya. Pelaksana pembangunan untuk kepentingan Negara negara dibawah Kementrian PU. ” Semua masalah ini akan kita tampung untuk keputusannya ada di Kementrian PU. Pihak kami akan berusaha untuk mewujudkan keinginan warga akan tetapi perlu dibicarakan kembali dgn pimpinan,” pungkasnya. (Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.